Categories: Ilmu Bahasa

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan bentuk – ekspresi. Pada pandangan ini, teori bahasa mengetengahkan adanya hubungan yang erat antara ekspresi bahasa dengan apa yang dimaksudkan dengan ekspresi tersebut.

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus: Saussure

Sebagai pengantar, silahkan membaca bukunya Kridalaksana Mongin Ferdinand de Saussure yang diterbitkan oleh Yayayasan Obor. Atau versi artikel, silahkan membaca tulisan Bagus Tri Handoko, Pandangan Saussure terhadap dikotomi konsep Linguistik.

Sementara untuk versi lengkap, bisa membaca buku Kridalaksana Pengantar Linguistik Umum yang diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press. Buku itu tak lain adalah versi Indonesia dari buku Course de Linguistique Generale karya (murid-murid) Saussure. Untuk hubungan dan pengaruh Saussure terhadap ilmu lain, silahkan membaca tulisan Didi Sukyadi tentang Dampak Pemikiran Saussure Bagi Perkembangan Linguistik dan Disiplin Ilmu Lainnya.

Langue dan Parole

Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya (Bahasa sebagai Bentuk), sebagian besar teori bahasa ini berdasar pada Saussure. Lima dikotomi dan sifat bahasa yang dikemukakan Saussure juga menjadi landasan linguistik modern, hingga ia disebut sebagai bapak linguistik modern.

Dikotomi yang berhubungan dengan bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus adalah terkait konsep langue dan parole. Pendeknya, langue adalah sistem suatu bahasa, sementara parole adalah pemakaian sistem bahasa tersebut dalam pembicaraan sehari-hari.

Dari dikotomi tersebut, Saussure menekankan penting ilmu bahasa untuk fokus pada langue, yang tak lain adalah wilayah BD, atau bahasa sebagai bentuk baik sebagai isi maupun sebagai ekspresi. Dengan demikian, antara bentuk pikiran dan bentuk bunyi tidak berhubungan dengan ilmu bahasa.

Selanjutnya, Saussure juga mementingkan prinsip bahwa bahasa (langue) tidak terdiri dari ide ataupun bunyi. Tetapi, bahasa terdiri dari perbedaan-perbedaan konsep dan suara (bunyi yang memiliki arti). Substansi isi dan substansi ekspresi (daerah AC) dari suatu bahasa betul-betul bersifat arbitrer.

Sifat arbitrer bahasa itulah yang menjadikan bahasa (langage) sulit untuk diteliti. Demikian juga hubungan antara keadaan yang sesungguhnya, atau gambaran kita tentang keadaan tersebut, dan isyarat-isyarat atau tanda-tanda yang kita gunakan untuk membicarakan keadaan tersebut.

Signifier dan Signified

Suatu kekhususan pada teori Saussure ialah peleburan konsep linguistik yang ditandai (sifat di daerah B dengan bayangan akustik dari bunyi atau signified) dan penanda (signifier) yang telah terletak di daerah D. Peleburan tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Sifat khusus konsep bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus dalam hal petanda dan yang ditandai

Signifier tersusun dari sifat-sifat khusus yang dipisahkan oleh bahasa dari peristiwa-peristiwa tentang keadaan yang sesungguhnya. Sementara, Signified meliputi bayangan akustik dari bunyi bahasanya.

Tak satupun dari signified maupun signifier yang meliputi sifat-sifat seperti halnya dimiliki oleh bunyi ucapan atau suatu kejadian. Satu hal yang relevan antara signified dan signifier ialah adanya kenyataan bahwa suatu isyarat atau tanda tidak akan dikerjakan oleh tanda yang lain. Keistimewaan suatu tanda tak lain ialah apa yang ada pada tanda itu dan tidak terdapat pada tanda yang lain.

Perbedaan-perbedaan pada tanda-tanda inilah yang dibicarakan dalam ilmu bahasa dan juga menjadi bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus . Sebab pada kenyataannya, bahasa hampir seluruhnya terbentuk dari perbedaan-perbedaan (dari titik ini kemudian Derrida mengkritik Saussure). Satu-satunya kenyataan positif ialah adanya gabungan dari perbedaan-perbedaan tersebut dan itu merupakan kenyataan satu-satunya yang terdapat dalam bahasa. Nilai apapun yang dimiliki oleh suatu tanda terletak pada perbedaan atau kontras terhadap tanda-tanda yang lain.

Saussure dan Bloomfield

Walaupun teori ini sifatnya lebih komprehensif atau lebih luas daripada teori Bloomfield, namun teori Saussure dan Bloomfield mempunyai persamaan. Persamaan kedua teori itu adalah sama-sama menganggap bahwa bahasa adalah bentuk dan bukan substansi. Persamaannya lagi adalah bahwa kedua teori tersebut mencari perbedaan-perbedaan formal yang merupakan ciri utama suatu bahasa.

Bagi Bloomfield, jelas bahwa masing-masing fonem berbeda dari fonem yang lain. Sementara Saussure berpendirian bahwa pola penyusunan substansi bahasa bersifat arbitrer begitu juga menurut bloomfield.

Namun perbedaannya jelas. Mereka pada posisi dan wilayah yang berbeda. Perbedaan pokok di antara kedua teori ini ialah terletak pada letak isi bahasa. Bloomfield menempatkannya pada luar bidang linguistik karena arti hanya bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan yang sasarannya tentang sesuatu yang belum diketahui. Sementara, menurut Saussure, ekspresi tak mungkin untuk dianalisis terpisah tanpa memperhatikan isinya.

Isi bahasa tak dapat dipisahkan dari ekspresi bahasa. Dan tugas linguistik mempelajari hubungan antara keduanya.

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus: Aliran Glossematik

Suatu teori yang berakar pada teori Saussure adalah teori glosematik. Sasaran glosematik ialah studi tentang bentuk; sedangkan ilmu yang lain mengenai substansi bahasa itu sendiri. Teori ini menganggap bahasa sebagai bentuk dan bukan sebagai substansi, yang terdiri dari benda-benda lain tetapi terdiri dari hubungan-hubungan.

Jelas kiranya menurut kaum glosematik bahwa bahasa dapat dinyatakan dengan adanya hubungan antara unit-unit yang relevan sehingga tidak termasuk di dalamnya sesuatu yang menyangkut substansi unit-unit tadi. Bunyi yang sesungguhnya dan benda-benda yang ada didalamnya tidak selaras dengan sistem bahasa dan bisa ditukar tanpa mengubah bahasa. Berbeda dengan teori Bloomfield, teori glosematik meliputi studi tentang bentuk pada kedua daerah yakni ekspresi dan isi dan menekankan pada hubungan yang selalu tetap antara keduanya.

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

9 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

9 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

9 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

9 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago

Bahasa Sebagai Substansi

Bahasa sebagai substansi beranggapan bahwa bahasa memiliki makna sebagai suatu ungkapan akan pikiran dan perasaan…

10 months ago