Categories: BahasaIlmu Bahasa

Konsep dan Ontologi Teori Bahasa

Konsep dan ontologi teori bahasa pada dasarnya ingin mengetahui bagaimana teori-teori bahasa dalam memandang hakikat bahasa. Hakikat bahasa sendiri beragam, mulai dari hakikat bahasa sebagai urutan bunyi sampai pada hakikat bahasa sebagai segala sesuatu yang dapat dibicarakan, termasuk alat yang digunakan untuk membicarakannya.

Tulisan ini merupakan salah satu bagian dari tulisan sebelumnya, Kategorisasi Teori Bahasa. Dalam menulis ini, saya berterima kasih kepada WF Mackey atas karnyanya Language Teaching Analysis, (dan Abdus Syukur selaku penerjemah) yang telah memberikan kerangka yang menarik mengenai konsep dan ontologi teori bahasa. Selain itu, sebagai pengantar, terima kasih juga kepada Kaelan, atas buku Filsafat Bahasa yang ia tulis.

Sebagai pengantar, silahkan membaca tulisan Masayu Gay dalam Jurnal Gramatika Kemendikbud yang berjudul Esensi Bahasa dalam Kajian Struktural.

Kerangka Konsep dan Ontologi Teori Bahasa

Hakikat atau ontologi bahasa bisa meliputi atau tidak menyangkut pengertian tentang rangkaian bunyi. Bila menyangkut pengertian, dapat juga menyangkut hal yang diartikan tapi dapat juga tidak menyangkutnya. Banyak hal-hal yang tumpang tindih dalam hal apa yang terdapat dalam konsep-konsep yang berbeda itu bahwa, untuk membedakannya satu dengan yang lain, perlu menempatkannya dalam suatu kerangka yang menyangkut keduanya.

Kerangka tersebut bisa dibuat berdasarkan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam pemakaian secara keseluruhan, mulai dari hal-hal yang paling umum, yaitu perbedaan antara substansi dan bentuk. Hari ini bisa digambarkan secara sederhana dengan sebuah garis vertikal:

Konsep dan Ontologi Teori Bahasa sebagai substansi dan bentuk

Dalam bagian substansi maupun bentuk, ada perbedaan yang lebih jauh antara apa yang dibicarakan (isi) dan alat-alat yang digunakan untuk membicarakannya (ekspresi). Perbedaan ini dapat ditunjuk dengan sebuah garis mendatar yang ditempatkan diatas daerah bentuk dan substansi, karena garis horizontal ini meliputi keduanya:

Konsep dan Ontologi Teori Bahasa sebagai isi dan ekspresi

Hasil kerangka tersebut selanjutnya dapat dilihat sebagai berikut:

Kerangka Konsep dan Ontologi Teori Bahasa

Keterangan kerangka Teori Bahasa

Kerangka diatas menunjukkan kepada kita daerah yang berbeda:

A: Segala sesuatu yang dapat dibicarakan misalnya pintu gerbang dan pengalaman kita tentang benda-benda tersebut=> isi-substansi

B: Formalisasi dari bagian-bagian ini dalam unit-unit bahasa atau konsep konsep linguistik misalnya kata door + gate dalam bahasa Inggris = porte dalam bahasa Prancis => Isi-bentuk

C: Media fisik bahasa, misalnya bunyi. => ekspresi-substansi

D: Formalisasi media ke dalam unit-unit ekskresi misalnya fonem atau abjad=> ekspresi-bentuk

Walaupun kerangka di atas sudah efisien untuk menempatkan teori-teori tentang bahasa, masih perlu kiranya untuk diperbaiki lagi agar Framework ini benar-benar bisa berfungsi. Bagian A tidak hanya termasuk benda-benda tetapi juga pengalaman kita tentang benda-benda tersebut. Dan bagian C bukan hanya menyangkut bunyi-bunyi tetapi juga pengalaman kita tentang bunyi bunyi tersebut.

Secara psikologis hal ini penting untuk membedakan benda benda dan sebagainya atau fenomena dan konsep kita tentang benda-benda tadi atau pengalaman. Perbedaan ini ditunjukkan dengan membagi daerah substansi pada kerangka tadi dengan menggunakan garis vertikal putus-putus:

Penambahan Fenomena dan Pengalaman dalam Kerangka WF. Mackey

Dengan kerangka di atas yang diterapkan pada bidan kita, kita dapat menempatkan konsep-konsep pokok tentang hakikat bahasa dan meninjau kedudukan serta ruang lingkup masing-masing.

Suatu teori bahasa dapat didasarkan pada asumsi bahwa bahasa sebenarnya adalah (1) substansi (2) bentuk atau (3) bentuk dan substansi. Ketiga asumsi dari teori bahasa tersebut akan dijelaskan secara terpisah.

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

9 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

9 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

9 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

9 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago