Categories: Esai

Thales: Sang Filsuf Pertama

Thales, sang filsuf pertama merupakan sosok yang radikal. Menurut Aristotles (Via Bertens), Thales merupakan anggota dari hoi hepta sophoi atau dikenal dengan tujuh filsuf pertama. Keberanian Thales terbukti ketika ia mulai memikirkan asal mula kehidupan manusia. Dan segala sesuatu bagi Thales bermula dari air. Tak hanya itu, ia juga dikenal akan pandangan politik, geometri dan bahkan ada yang mengatakan Thales adalah filsuf lingkungan hidup pertama.

Thales, sang filsuf pertama

Thales Sang Filsuf Pertama

Situasi yang demikian membuat Yunani Kuno memunculkan banyak polis-polis. Namun polis-polis tersebut bukan termasuk dalam kategori filsuf. Ada tujuh orang kelompok yang bisa dikatakan sebagai filsuf. Dan pada masa ini, yang paling terkenal adalah Thales.

Banyak orang yang mengatakan bahwa filsuf pertama adalah Plato atau Socrates. Tapi menurut Aristoteles, murid Plato, Thales adalah ‘filsuf pertama’. Namun tidak bisa dipastikan kapan pastinya tujuh orang bijaksana atau Thales hidup. Sebagaimana halnya juga pada banyak filsuf lain dari jaman ini, kita tidak mengetahui tanggal lahir dan tanggal kematiannya.

Thales menjadi filsuf, menurut Aristoteles, karena hasil pemikirannya berupa konsep arkhê dan Jagat Raya Berjiwa. Arkhê secara bahasa berarti asas atau prinsip. Dan menurut Thales, asas atau prinsipnya adalah seluruh kehidupan di dunia diciptakan dari air. Ini bisa kita imajinasikan mungkin sebagai berikut:

Suatu waktu Thales bertapa di pantai. Ia melihat air laut yang begitu luas. Secara sederhana, air laut itu tampak mengangkat tanah. Ia melihat tanah terapung di atas air laut. Dan karenanya, pasti laut adalah asal mula segala kehidupan.

Terkait jagat raya berjiwa dalam pemikiran Thales, Bertens (1979: 28) menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan konsep materi yang hidup. Atau sering kali disebut sebagai Hylezoisme. Tetapi sama sekali tidak ada kejelasan kesimpulan mana yang dapat ditarik dari pendapat Thales tersebut.

Jika dilanjutkan ilustrasi di atas, mungkin Thales menjadi bingung ketika melihat ada ombak, burung yang terbang, dan sebagainya yang bergerak sedemikian rupa. Hasil pikirannya, mereka semua digerakkan oleh jiwa dari benda-benda itu.

Tapi tetap saja, itu hanya kemungkinan. Yang terpenting adalah, Thales di zaman itu, sudah memberikan konsep dikotomi antara fisik dan mental atau tubuh dan jiwa. Pemikiran Thales yang radikal ini dilanjutkan muridnya, Anaximandros dan Anaximenes.

Pemikiran Thales

Bersumber dari tulisan Yuliana Umrotul Widayanti tentang Thales, bisa disimpulkan beberapa pemikiran Thales adalah sebagai berikut:

  1. Bumi berasal dari air. Air sebagai prinsip dasar segala sesuatu. Thales menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar segala sesuatu. Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta.
  2. Pemikiran tentang jiwa. Thales berpendapat bahwa segala sesuatu di jagad raya memiliki jiwa, baik benda hidup maupun benda mati.
  3. Theorema Thales. Dalam geometri ada 5 theorema Thales yang dipakai dalam penghitungan matematika.
  4. Pusat Pemerintahan. Thales menyarankan bahwa untuk mempertahankan Negara dari ancaman serangan oleh Negara lain yaitu dengan membentuk pusat pemerintahan dan administrasi bersama di kota yang memiliki posisi sentral di Negara tersebut.

Referensi:

K. Bertens. 1979. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius.

Widiyanti, Yuliana Umrotul. FILSAFAT THALES.

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

10 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

10 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

10 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago