Categories: Esai

Demokrasi Di Masa Yunani Kuno

Demokrasi di Masa Yunani Kuno dimulai dari demokrasi Athena. Bertens (1979) menyebutkan bahwa demokrasi pada masa Yunani kuno (masa sebelum Sokrates atau Plato) merupakan demokrasi pertama di dunia. Sistem demokrasi Athena kemudian ditiru atau diadopsi oleh kota-kota atau polis (atau jika boleh: Negara) lain di sekitar Yunani.

Sumber Gambar: memuflo

Demokrasi di Masa Yunani Kuno

Akan tetapi, banyak kota yang gagal meniru prinsip tersebut. Dan malah menimbulkan tirani (sehubungan dengan ini, sila membaca: Namaku Athena).

Demokrasi Athena disebut juga sebagai demokrasi langsung, mirip dengan yang dilakukan Negara-Negara berfaham demokrasi, Indonesia misalnya. Akan tetapi, jika negara-negara sekarang setiap orang mempunyai suara atau hak yang sama, pada masa Yunani Kuno, tidak semua orang mempunyai hak bersuara.

Akan tetapi, perlu dicatat di sini, saat itu, tidak semua orang punya hak yang sama. Sehingga yang dimaksud urusan negara adalah urusan masyarakat semua, bukan seluruh masyarakat. Namun hanya relatif kecil. Bertens (1979: 22) mencatat bahwa  hak kewarganegaraan pada masa itu terbatas atas sejumlah orang yang relatif kecil: para pendatang, para budak dan kaum wanita tidak berhak mengambil bagian dalam urusan Negara.

Dari mana demokrasi Athena itu muncul? Ada satu prinsip yang diterapkan oleh pemerintah polis pada masa itu yang wajib ditaati. Prinsip tersebut adalah urusan negara adalah urusan semua masyarakat. Prinsip itu berakar dari pentingnya hukum yang bersumber dari sabda para dewa dan hasil olah pikir mereka yang bersumber dari akal atau budi luhur.

Sungguh mengagumkan, bukan? Pada masa itu, para pemerintah polis mempu menyuguhkan konsep harmoni antara sabda Tuhan dan akal manusia. Dan kedua unsur itu bukan bersifat hirarki, melainkan sederajat atau seimbang.

Dikotomi Rakyat dan Pemerintah

Bila diimajinasikan, pada waktu itu, berarti dikotomi pemerintah dan rakyat sudah ada. Dan urusan negara adalah urusan pemerintah polis. Rakyat hanya mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah polis. Inilah mungkin yang membedakan demokrasi di masa Yunani Kuno dengan demokrasi sekarang.

Orang Yunani Kuno menganggap kemampuan (berpikir) seseorang tidak sama dan karenanya mempunyai hak yang berbeda pula. Orang modern menganggap semua manusia sama, karenanya harus mempunyai hak yang sama.

Mana yang lebih baik? Silahkan direnungkan sendiri.

Menurut saya bukan persoalan mana yang lebih baik, karena sistem hanyalah cara untuk mencapai tujuan. Toh, sebenarnya pada zaman Yunani Kuno juga sudah ada banyak sistem pemerintahan selain demokrasi, misalnya monarki, oligarki, bahkan tirani.

Jadi yang lebih masuk akal, pertanyaannya adalah tujuannya apa? Lalu, cocoknya pakai cara apa?

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

9 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

9 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

9 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

9 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago