Categories: EsaiIlmu Bahasa

Bahasa dan Konsep Tentang Manusia

Bahasa dan konsep tentang manusia mendasarkan pada prinsip bahwa bahasa itu sendiri merupakan aktivitas manusia. Sebagai sebuah aktivitas, bahasa yang dimiliki oleh masing-masing individu mempunyai pengalaman yang khas. Satu orang ketika mengatakan ‘pohon’ akan berbeda dengan orang lain ketika mengatakan kata yang sama.

Contoh lain mungkin kata ‘Lem Aibon’, PSI, radikal, dan sebagainya. Masing-masing orang mempunyai pengalaman yang khas akan penggunakan kata itu. Dan pengalaman itu, berhubungan dengan aktivitas mereka. Pendeknya, pandangan yang berbeda tentang aktivitas manusia yang terlibat didalamnya, akan menghasilkan pandangan tentang bahasa yang berbeda pula.

Bahasa dan Konsep Tentang Manusia

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, Realitas Teori Bahasa: Konsep Manusia dan Ilmu Pengetahuan yang mana, tulisan itu juga merupakan bagian dari tulisan Kategorisasi Teori-teori Bahasa: Latar Belakang. Tulisan-tulisan itu tak lain merupakan satu ulasan saya terkait kekhawatiran pribadi saya akan sulitnya mengajarkan dan menerjemahkan bahasa.

Konsep Map Bahasa dan Konsep Tentang Manusia

Kategorisasi Bahasa dan Konsep Tentang Manusia

Saya ingatkan lagi, karena bahasa itu merupakan kegiatan manusia pandangan yang berbeda tentang aktivitas manusia yang terlibat didalamnya menghasilkan pandangan tentang bahasa yang berbeda pula. Mengikuti cara kerja ilmu pengetahuan, aktivitas manusia dibedakan atas aktivitas mental dan aktivitas mekanik.

Dengan demikian, ada dua cara dalam melihat teori bahasa dan konsep tentang manusia: mereka yang melihat bahasa sebagai kegiatan yang mekanik (pandangan mekanis) dan mereka yang melihat bahasa sebagai kegiatan mental (pandangan mentalis).

Pandangan Mekanis

Pandangan tentang diri manusia menganggap bahwa pikiran merupakan perluasan dari pada tubuh yang berbeda dalam hal bahwa pikiran lebih sulit untuk diamati. Perbedaan antara mental dan fisik antara sesuatu bernyawa dan tidak terletak pada kerumitannya.

Keduanya sesungguhnya sama. Perbedaannya hanyalah terletak pada derajatnya saja. Semua kegiatan manusia termasuk bahasa adalah serangkaian hubungan sebab akibat; bila seseorang tahu perihal sistem saraf seseorang atau manusia, dia akan mengetahui apa yang akan dikatakannya dalam suatu keadaan tertentu.

Rangkaian hubungan sebab akibat dapat diselidiki dari bukti-bukti yang dihasilkan oleh percobaan percobaan fisik, yang kebanyakan adalah tipe stimulus respon seperti yang dilakukan pada binatang. Respon linguistik manusia dianggap sama penting seperti respon fisik pada binatang terhadap alam sekelilingnya. Namun karena terdapat begitu banyak stimulus dan sebab-sebab, arti yang seharusnya diutarakan dalam kata-kata (yang terjadi di dalam pikiran saja dan oleh karenanya tidak dapat teramati), di dalam pandangan kaum mekanis, pengertian-pengertian tadi dapat diabaikan dengan mendasarkan pada manifestasi bahasa dalam bentuk ucapan dan tulisannya. Ini semua adalah fakta bahasa dan dianggap sama halnya dengan ilmu pengetahuan alam.

Deskripsi tentang bahasa dan metode pengajaran bahasa menggunakan dasar itu untuk menyatakan bahwa bahasa tak lain adalah suatu sistem bentuk dan bukan sekelompok arti. Contoh yang menonjol tentang teori yang didasarkan pada pandangan mekanis tentang manusia ini adalah teori Bloomfield dan kelompoknya.

Pandangan Mentalis

Berrtentangan dengan pandangan kelompok mekanis kelompok, mentalis mempertahankan perbedaan tradisional antara mental dan fisik. Perilaku bahasa adalah gerak mental, walaupun perilaku bahasa itu berhubungan erat dengan gerak fisik pada bicara, dan kedua gerak itu berbeda tipenya. Perbedaan itu bukan hanya satu tingkat saja tetapi perbedaan itu terutama pada macamnya. Karena itu kegiatan linguistis tidak dapat digolongkan ke dalam kegiatan fisik.

Bahasa manusia juga tidak dapat dianggap sebagai tingkah laku binatang. Kita dapat membuat binatang ke dalam situasi tertentu agar memberikan respon yang tertentu pula; tetapi manusia, selain itu tahu juga melanjutkannya berdasarkan pengetahuan yang telah diajarkan kepadanya. Analogi sebagai salah satu contoh kemampuan manusia merupakan sesuatu yang menyebabkan bahasa bisa terjadi. Banyak tingkah laku manusia yang merupakan tingkah laku yang dibuat sekehendak hati. Hal ini sangat berbeda dengan tingkah laku binatang yang dibuat. Oleh karena itu bahasa sebagai suatu gejala manusiawi dan sosial tidak dapat begitu saja disamakan dengan kegiatan atau tingkah laku binatang. Melainkan bahasa harus dianggap sebagai gagasan dan perasaan yang khusus yang terdapat pada manusia.

Deskripsi bahasa dan metode pengajaran bahasa berdasarkan pandangan kelompok mentalis menekankan pentingnya arti, bagian mental dari bahasa dan bukan semata-mata bentuk fisiknya. Contoh yang banyak dikenal tentang teori bahasa berdasarkan pandangan kelompok mentalist ini adalah teori yang dikemukakan oleh Saussure dan pendukungnya.

Catatan

Tulisan ini bersifat sementara. Targetnya adalah untuk mengklasifikan mana saj teori-teori yang termasuk kategori mekanis dan mana yang termasuk mentalis. Untuk detil-detil teori-teori tersebut, mungkin akan saya tulis di lain waktu. sementara Blomfield adalah perwakilan untuk kaum mekanik, dan Saussure untuk kaum mentalis.

Yang terpenting, pembagian cara pandangan ini akan bermanfaat dalam mengajarkan bahasa dan menerjemahkan.

Mungkin sebagai pengantar, Anda bisa membaca tulisan Kholid A. Harras dan Andika Dutha Bachari tentang Dasar-dasar Psikolinguistik.

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

9 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

9 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

9 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

9 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago