Categories: EsaiIlmu Bahasa

Kategorisasi Teori-teori Bahasa: Latar Belakang

Kategorisasi teori-teori bahasa ini bermula dari dua permasalahan pokok yang mengganggu saya saat mempelajari suatu bahasa. Permasalahan tersebut adalah kesulitan dalam cara mengajarkan bahasa dan hubungannya dengan dasar teori tentang bahasa itu sendiri. Tulisan ini adalah tulisan awal, yang berfungsi sebagai pendahuluan atau konsep awal.

Peta konsep kategorisasi teori-teori bahasa

Kesulitan dalam cara mengajarkan bahasa

Kesulitan beberapa pengajar bahasa dalam mengajarkan bahasa. Kesulitan itu disebabkan oleh beberapa hal. Sebab yang paling pokok adalah terkait metode atau cara mengajarkannya. Dan metode itu sangat bergantung pada pandangan seorang pengajar bahasa terhadap ilmu bahasa itu sendiri.

Seseorang yang menganggap bahasa itu adalah sekumpulan bunyi-bunyi yang bermakna, akan berbeda cara mengajarnya dengan pengajar yang menganggap bahasa adalah suatu sistem. Perbedaan ini terlihat mencolok di tempat-tempat kursus. Di tempat kursus A misalnya, menganggap bahwa bahasa adalah alat komunikasi, maka ia memutuskan menggunakan cara mengajar yang mengedepankan percakapan.

Sementara di tempat kursus B, menganggap bahasa adalah suatu sistem, maka cara mengajarkannya pun akan lebih pada aspek struktur internal, misalnya kosakata, gramatika, dan semacamnya. Belum lagi di sekolah-sekolah yang terikat pada aturan kurikulum dari Negara. Untuk hal ini, sebagai gambaran sila membaca tulisan Mundofir yang berjudul Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kurikulum 2013 Di Sman 6 Dan Sma Sman 7 Banjarmasin.

Beragam Teori Tentang Bahasa

Faktanya, ada beragam pendapat atau teori tentang ilmu bahasa. Mulai dari zaman Yunani (Plato, Aristotles, Stoic, Thrax), zaman Romawi (Priscian dan Donaius), zaman pertengahan (Hodstate), zaman Renaisans (Lyly , Johnson, dan sebagainya), abad 18 – 19 (Lowht, Murray, Saussure, dan sebagainya), abad 20 sampai sekarang.

Para linguis, atau mereka yang memanunggalkan dirinya pada bahasa, sebagian menganggap bahasa tak lebih dari sekedar bentuk, bukan situasi. Sebagian menganggap bahasa sebagai suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer. Sebagian juga mungkin menganggap bahasa sebagai sistem dari subsitem sains.

Dalam satu waktu, linguis menganggap bahasa adalah suatu material. Di lain waktu, linguis menganggap bahasa adalah suatu ide atau peristiwa mental. Pun juga, ada saatnya bahasa merupakan suatu lambang bunyi. Dan ada saatnya bahasa merupakan segala sesuatu yang tertulis.

Namun, ruwetnya beragam pendapat di atas dalam setiap bidang ilmu, akan ada pula titik-titik persamaannya. Misalnya, baik linguis, filsuf, maupun psikolog sama-sama menyepakati sifat nonmaterial bahasa. Sifat nonmaterial ini adalah sifat di mana bahasa sebagai bahasa komunikasi. Kata ‘pohon’ merujuk pada gambaran akan pohon. Ya, meskipun setiap dari kita mempunyai persepsi khas terhadap setiap kata.

Lalu bagaimana cara untuk menempatkan perbedaan dan persamaan dari masing-masing teori ruwet bahasa tadi, hingga kita bisa mempunyai cara mengajarkan bahasa yang pas pada murid-murid kita atau anak-anak kita?

Gampangnya, kita kategorikan menurut ciri-ciri dan sifat dari teori atau pandangan para ilmuan tentang bahasa, khususnya linguis.

Kategorisasi Teori-teori Bahasa: Teknis dan Cara

Dalam mengkategorikan teori atau pandangan para ilmuan, setidaknya akan mencakup empat hal pokok, yaitu:

Realitas Teori-teori Bahasa

Realitas teori-teori bahasa dalam hal ini lebih mirip dengan asumsi filosofis para linguis terkait sikap mereka dalam menempatkan teorinya. Asumsi filosofis di sini menyangkut sikap pragmatis mereka dalam memandang fakta bahwa hanya fakta-fakta yang bisa ditangkap dan dibenarkan oleh indera sajalah yang bisa diterima secara valid dan ilmiah. Namun hal itu bukan berarti itu merupakan suatu teori yang valid atau benar. Karena suatu teori akan sirna kala ia tergantikan oleh teori baru yang membantah atau menyanggahnya.

Dengan demikian, akan lebih menyenangkan jika menggunakan kata asumsi. Selain itu, ini juga berfungsi agar seseorang tidak terjebak dalam pandangan atau teori yang ketat atau merasa paling benar. Pembahasan mengenai Realitas teori bahasa silahkan mengunjungi: 1) Realitas Teori Bahasa: Pengantar, 2) Konsep Tentang Manusia dan Bahasa, dan 3) Konsep Tentang Pengetahun

Esensi dan ontologi teori bahasa

Konsep bahasa yang dimaksud adalah konsep yang berasal dari teori-teori atau pandangan tentang bahasa. Pada titik ini, konsep bahasa dari teori-teori tersebut mulai saling tumpang tindih, terutama dalam hal hakekat bahasa itu sendiri. Mulai dari bahasa sebagai urutan bunyi sampai pada sebagai bahasa sebagai alat untuk membicarakan atau mengajarkan dirinya sendiri.

Dialektika teori bahasa

Dalam membahas aspek dialektika teori bahasa, akan membicarakan tentang bagaimana bahasa itu mewujud baik dalam wujud bunyi maupun tulisan. Masing-masing teori atau pandangan juga akan tumpang tindih pada bagian ini. Juga terkait pada bagaimana bahasa itu bisa berkembang. Selain itu, dalam aspek epistemologi bahasa memungkinkan bagaimana itu berfungsi.

Karakteristik istilah pada teori bahasa

Pengkategorian ini sebagai salah satu cara termudah untuk mengetahui pandangan atau teori bahasa. misalnya saja, parole. Orang akan merujuk pada sosok Saussure. Namun dalam pengkategorian karakteristik istilah ini juga akan melihat bagaimana teori atau pandangan ilmuan tentang bahasa dalam hal bagaimana istilah-istilah yang berbeda digunakan dalam bahasa yang berbeda dan untuk menunjukkan arti-arti yang berbeda. Misalnya saja tadi, parole, dalam padananannya, di Indonesia misalnya, Kridalaksana tetap menggunakan istilah itu. Di sini, mungkin juga akan membecirakan tentang padanan istilah.

Tujuan dan harapan Kategorisasi teori-teori bahasa

Dengan melakukan kategorisasi teori atau pandangan tentang bahasa dalam empat hal itu, harapannya, kita akan mendapatkan 1) ide pokok dalam melihat perbedaan-perbedaan dalam teori bahasa 2) memudahkan menempatkan teori-teori tersebut, dan 3) dapat membantu dalam memilih kemungkinan pengaruh teori atau pandangan-padangan tersebut pada cara kita mengajarkan bahasa.

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

10 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

10 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

10 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago