Categories: Opini

Gotong Royong Di Gresik: Sebuah Catatan

Gotong royong di Gresik semakin hari semakin jarang terlihat. Setidaknya itu yang saya rasakan saat pulang ke desa saya di Gresik. Tidak seperti waktu kecil saya kecil yang sering sekali saya temui. Bahkan saya sering ikut-ikutan membantu. Ngecor misalnya dalam gambar dari Bengawanpost di bawah ini. Ini sekedar opini belaka.

Gotong Royong Di Gresik saat membangun Masjid.

Pendahuluan

Kini gotong royong secara definitif telah mendapat pengaruh dari politik. Berbeda dengan dulu, ketika Presiden pertama Indonesia, Soekarno, mengartikan gotong royong sebagai suatu keinginan yang spontan untuk melayani masyarakat, yang dilihatnya sebagai salah satu ciri kepribadian Indonesia. Ingatkah anda, bahwa gotong royong adalah identitas negara kita?

Koentjaraningrat dalam  begitu jeli melihat fenomena gotong royong. Ia menunjukkan bahwa spontanitas yang dikatakan itu sering kali tidak ada, dan yang mendorong seseorang untuk ikut gotong royong adalah sangsi masyarakat. Sangsi masyarakat ada banyak jenisnya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Yang pasti, masyarakat akan memandang berbeda – sebagian besar negatif – kepada mereka yang tak ikut gotong royong. Sama halnya dengan Malinowski (1948), budayawan asal Rusia itu pun menolak gagasan tentang kepatuhan spontan yang otomatis terhadap tradisi dan ia menyebut prinsip resiprositas sebagai salah satu ciri masyarakat primitif.

Dalam studi yang dilakukan oleh Koentjaraningrat (1961) tentang gotong royong ternyata, diantaranya adalah bahwa masyarakat desa yang penduduknya tidak hanya tergantung dengan pada pertanian tetapi mendapat tambahan penghasilan dari kota. Jika demikian, maka konsekuensinya adalah frekuensi gotong royong akan berkurang. Dan pada akhirnya, ia menuliskan orang-orang akan tetap melakukan gotong royong dengan kesediannya hanya dalam saat-saat kematian, malapetaka (calamity), dan sepadan dengan itu terjadi (Koentjaraningrat, 1961: 43).

Ngecor: Budaya Gotong Royong Di Gresik

Jika kita melihat Gresik beberapa puluh tahun yang lalu, gotong royong tidak hanya terjadi ketika adanya kematian atau kawinan saja, tapi setiap ada acara apapun di dalam sebuah desa, misalnya, membuat rumah atau bahasa Gresiknya ngecor, masih terjadi kegiatan gotong royong. Di saat itu, gotong royong mendapat arti bentuk tolong menolong sesama manusia. Koentjaraningrat melihat hal ini analog dengan tipe yang ada di sebagian besar pulau Jawa, yakni gugur gunung.

Namun, jika kini kita mengamati di desa-desa, terutama di desa-desa di Gresik, kegiatan gotong royong sudah sangat jarang terlihat. Misalnya saja dalam pernikahan. Dulu, setiap malam sebelum resepsi pernikahan terjadi, masyarakat desa akan mengadakan gotong royong untuk membuat tenda pernikahan dan berlanjut dengan melekan hingga fajar menyingsing. Namun sekarang, entah karena untuk efisiensi atau tidak mau merepotkan tetangga, sangat jarang dalam acara pernikahan terjadi hal yang demikian. Kini mereka lebih memilih untuk menyewa wedding organizer dengan harga sekian, mendapat fasilitas sekian, dan pernikahan pun berlangsung tanpa banyak mengeluarkan tenaga.

Kesan pertama yang muncul adalah bahwa pihak yang mengadakan acara tidak membutuhkan bantuan yang sedemikian rupa dari pihak masyarakat sekitar yang bersifat gotong royong. Hal bisa dikarenakan oleh “jaminan sosial” yang dulu diberikan masyarakat kini telah digantikan oleh “jaminan sosial” yang lebih ‘menjamin’ dan efisien.

Efisiensi dan efektifitas merupakan salah satu ciri dari industri. Dimana kegiatan ekonomi, baik itu produksi, distribusi dan konsumsi, mengharuskan untuk adanya efesiensi dan efektifitas. Hal ini sudah banyak terjadi di Indonesia, kita bisa melihatnya dengan sederhana melalui semakin berkembang cepatnya alat-alat produksi. Atau dalam bidang konsumsi, kini sekarang sudah banyak produk yang dikemas seefektif dan seefisien mungkin untuk bisa langsung dinikmanti, tinggal buka, tinggal hleep! Selain itu, dengan semakin banyaknya wedding organizer yang muncul, hal itu juga mengindikasikan bahwa di situ telah berkembang industri. Karena pernikahan, acara pernikahan, dianggap sebagai sebuah produk yang di bentuk sedemikian rupa dan sedemikian hingga, sehingga produk tersebut mempunyai daya jual dan daya saing yang tinggi.

Kesimpulan Gotong Royong Di Gresik

Jika demikian, maka bisa dikatakan bahwa dalam kehidupan masyarakat perdesaan kini telah banyak dipengaruhi oleh kehidupan kota, yang mana telah mengalami industrialisasi. Industrialisasi di sini merupakan suatu pengurangan ketergantungan pada bantuan kelompok (masyarakat sekitar desa) karena memperoleh jaminan sosisal dari lembaga di tempat lain (event organizer), maka ini berarti bahwa yang bersangkutan telah menerapkan suatu prinsip ekonomis dalam arti perhitungan rasional yang mengakibatkan mereka akhitnya melepaskan diri dari ‘kewajiban’ gotong royong.

Pada akhirnya, muncul sebuah hipotesa yang mungkin akan bersifat lebih umum, yaitu bahwa gotong royong akan makin berkurang jika jaminan sosial industri semakin bertambah. Konsekuensinya adalah akan hilangnya jaminan sosial masyarakat perdesaan. Jika memang demikian, jika kita tidak mau dan tidak rela untuk menghilangkan jaminan sosial masyarakat, maka yang menjadi persoalan sebenarnya adalah bagaimana menempatkan jaminan sosial itu pada era sekarang.

Daftar Bacaan

Koentjaraningrat. 1961. Metode – Metode Antropologi dalam Penyelidikan Masyarakat dan Kehudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas.

Malinowski, Bronislaw. 1948. Magic, Scients, and Religion and Others Essays. Ilinois: The Free Press.

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

9 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

9 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

9 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

9 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago