Categories: Budaya

Hari Dongeng Sedunia: Jangan Lupa Mendongeng

Tanggal 20 Maret diperingati sebagai Hari Dongeng Sedunia. Peringatan ini berawal dari Hari Dongeng Nasional Swedia tahun 1991 yang kemudian tahun 1997 di Perth, Australia, para pendongeng memperingati sebagai International Day of Oral Narrator. Dan selanjutnya beberapa negara mulai ikut merayakan 20 maret sebagai Hari Dongeng Sedunia.

Di beberapa wilayah di Indonesia tahun ini juga memperingati peringatan tersebut, salah satunya adalah di Makassar. Seperti yang telah diberitakan tribunmakassar.com tanggal 17 Maret lalu, Tim Dongkel with Mobile Library akan memperingati hari dongeng sedunia dengan mengadakan pertunjukan “Dongeng Estafet” 20 pendongeng di Makassar. Adanya pertunjukan itu memberikan dua pertanda penting bagi nasib dongeng di Indonesia. Pertama, menunjukkan bahwa masih ada warga Indonesia masih ingat akan pentingnya mendongeng bagi anak-anak generasi bangsa. Kedua, dongeng masih tetap pada posisinya sebagai sarana penanaman budi pekerti luhur.

Lupa mendongeng

Seiring perkembangan zaman, banyak orang tua yang mengabaikan budaya mendongeng untuk anak. Beberapa pengabaian budaya mendongeng kepada anak diantaranya adalah: Pertama, orang tua lelah bekerja. Pada praktiknya kebanyakan orang tua lupa dengan anaknya adalah karena mereka lelah setelah seharian bekerja mencari nafkah. Hal itu membuat orang tua beranggapan bahwa mendongeng adalah kegiatan yang merepotkan dan seolah tak ada gunanya. Padahal untuk memberikan satu dongeng tak butuh waktu berjam-jam, 15 menit atau 10 menit cukup. Apakah terlalu berat menyisakan waktu 15 menit dari 24 jam sehari bagi sang buah hati?

Kedua, era digital. Di zaman serba digital sekarang ini, segalanya tampak dipermudah dengan adanya teknologi. Dengan alasan perkembangan digital dan tak mau ketinggalan zaman, kini para orang tua lebih suka memnafaatkan teknologi digital untuk menghibur sang buah hati. Sang buah hati lebih banyak disuguhi tontonan-tontonan siap saji, misalnya video dari youtube, televisi, atau aplikasi dongeng dari playstore. Kemudian membiarkan buah hati melotot di depan layar sambil mendengarkan cerita. Padahal dongeng yang dikisahkan langsung dari mulut orang tua juga merupakan suatu sarana edukasi sang buah hati, misalnya untuk memperkaya kosa kata.

Ketika kegiatan mendongeng telah tergantikan oleh gawai, maka alasan pengabaian selanjutnya adalah para orang tua lupa dengan arti penting dongeng bagi sang anak. Mendongeng adalah sebuah kegiatan interaktif yang mana orang tua dan anak bisa saling berinteraksi dan bertukar pikiran mengenai cerita dongeng. Tidak akan ada artinya bagi buah hati jika dilakukan dengan media digital. Mendongeng tidak lagi merupakan suatu bentuk komunikasi satu arah, melainkan hanya satu arah. Hal itu akan membuat buah hati kehilangan kemampuan berfikir dan imajinasinya.

Pentingnya mendongeng

Beberapa artikel dan penelitian mengenai pentingnya orang tua mendongeng bagi buah hati telah banyak dituliskan. Beberapa diantaranya adalah mengembangkan imajinasi, meningkatkan keterampilan berbahasa, menumbuhkan minat bacatulis, memberi pengetahuan baru, dan melatih daya simak. Bagi penulis, satu hal pentingnya orang tua memberikan dongeng pada buah hati adalah mewarikan nilai-nilai budi pekerti yang luhur.

Anak adalah generasi masa depan bangsa. Pendidikan budi pekerti harus sudah ditanamkan sejak dini. Dan jalan terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendongeng. Semakin merebaknya korupsi dan kecurangan lain menunjukkan bahwa generasi bangsa saat ini minim akan kejujuran dan keadilan. Seperti misalnya kasus megakorupsi e-KTP yang telah merugikan negara triliyunan.

Wolfgang Meider, peraih hadiah dongeng Eropa tahun 2012, mengatakan selalu ada nilai seperti harapan dan keadilan dalam mendongeng, yang membuat orang menyukainya. Dongeng menanamkan pentingnya kemanusiaan universal. Meski digambarkan secara simbolis dari tokoh protagonis dan antagonis, dongeng tetap mampu menggambarkan hakikat baik dan jahat dalam sifat manusia.

Oleh karenanya, mendongeng tak hanya sebatas cerita biasa, mendongeng adalah satu bentuk komunikasi. Seperti halnya komunikasi pada umumnya, terdapat beberapa tata cara agar komunikasi itu bisa tersampaikan secara baik dan tepat sasaran. Salah satu cara agar nilai yang terkandung dalam cerita bisa tersampaikan baik kepada buah hati adalah memilih cerita yang tepat.

Hari Dongeng Sedunia dan Dongeng Anti-Korupsi

Hari Dongeng Sedunia dan Dongeng Antikorupsi

Semakin hari buku dongeng pun tampak semakin sulit untuk ditemukan. Beberapa toko buku tak lagi menjual buku dongeng. Buku dongeng kalah pasar dengan komik atau buku mewarnai. Hal ini menambah kesan bahwa dongeng semakin dilupakan dari generasi ke generasi. Akan tetapi untuk mendapatkan buku-buku dongeng yang bagus, masih bisa kita dapatkan di beberapa perpustakaan-perpustakaan umum.

Salah satu buku dongeng yang tepat sebagai pembelajaran dan penanaman budi pekerti luhur adalah buku dongeng Anti-Korupsi yang diterbitkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2007. Buku tersebut diharapkan agar pada akhirnya dapat tercipta generasi-generasi baru yang jauh lebih baik dan bersih sebagai hasil masuknya nilai-nilai dari setiap cikal anak bangsa, dan muncul dalam sikap dan perilaku keseharian mereka.

Buku dongeng Anti-Korupsi berisi 9 dongeng tentang warga peternakan Pak Tulus dengan nilai yang diangkat berbeda-beda, seperti kejujuran, keberanian, keadilan dan kedisiplinan. Tak hanya berisi gambar-gambar dan cerita, buku dongeng tersebut dilengkapi juga dengan nilai yang terkandung dalam cerita dongeng. Misalnya dalam cerita Akrobat Wortel diberikan nilai bahwa setiap manusia tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan. Menjunjung tinggi kejujuran apapun resikonya adalah perbuatan yang mulia.

Keberadaan buku dongeng Anti-Korupsi dan peringatan hari dongeng sedunia mengingatkan kita akan dua hal. Pertama, mengingatkan kita bahwa cara terbaik untuk mencegah korupsi adalah dengan menanamkan budi pekerti luhur sejak dini. Kedua, mengingatkan kita bahwa mendongeng adalah sarana komunikasi untuk menanamkan budi pekerti luhur. Yang perlu ditanamkan para orang tua adalah bahwa kegiatan mendongeng kepada buah hati merupakan kegiatan yang menyenangkan, bukan kegiatan yang melelahkan atau membosankan.

bacatulis

Recent Posts

Membaca adalah Belajar Menghadapi Tantangan

Membaca adalah belajar menghadapi tantangan. Pertimbangan lain, ketika melihat anak-anak di sekolah dan di luar…

9 months ago

Pentingnya Waktu Membaca Bagi Anak-anak

Pentingnya waktu untuk membaca bagi anak-anak, mudahnya, dikarenakan dua hal: pertama, membaca merupakan keterampilan akademis…

9 months ago

Membaca Itu Mengajari Diri Sendiri

Membaca itu mengajari diri sendiri karena berhubungan dengan penguasaan kosakata. Salah satu artikel dari eric.ed.gov…

9 months ago

Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak

Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa…

9 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk Isi-Ekspresi Sekaligus

Bahasa sebagai bentuk isi-ekspresi sekaligus (BD) merupakan perpaduan antara bahasa sebagai bentuk – isi dan…

10 months ago

Bahasa Sebagai Bentuk (Isi dan Ekspresi)

Bahasa sebagai bentuk mulai terkenal pada pertengahan pertama abad 20. Para linguis mulai banyak beralih…

10 months ago